10 Cara Lolos Survey KUR BRI: Pertanyaan Peninjau & Waktu Cair

Fathur Rasmono

Cara Lolos Survey KUR BRI

Cara Lolos Survey KUR BRI – Masyarakat mungkin telah menyadari bahwasanya untuk membangun usaha membutuhkan modal tidak sedikit. Namun, pemerintah kini telah menyediakan program Kredit Usaha Rakyat atau KUR bagi seseorang yang berniat membangun dan mengembangkan usahanya.

Fasilitas pembiayaan KUR sendiri telah diluncurkan oleh pihak pemerintah sejak 5 November 2007. Dimana fokus utama dari program ini guna membantu masyarakat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM. Namun, akomodasi ini tidak tersedia pada semua bank karena hanya lembaga keuangan yang telah ditunjuk oleh BUMN seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk/BRI.

Untuk mengajukan KUR, masyarakat diharuskan belum pernah menerima pinjaman modal kerja komersil. Akan tetapi, individu akan diperbolehkan jika menerima kredit kepemilikan kendaraan, rumah, dan lain sebagainya. Maka dari itu, banyak juga pelaku usaha menggunakan KUR BRI sebagai langkah untuk melakukan investasi jangka pendek maupun panjang.

Akan tetapi, agar bisa mendapatkan pembiayaan dari lembaga keuangan yang telah ditunjuk pemerintah ini seseorang harus melalui proses peninjauan. Maka dari itu, alangkah baiknya simak rangkuman investasiin.com berikut hingga selesai karena pada pembahasan kali ini kami akan memberikan informasi terkait cara lolos survey KUR BRI.

Cara Lolos Survey KUR BRI

Sebelum membahas terkait cara lolos dari peninjauan KUR BRI, perlu diketahui bahwa terdapat beberapa proses sebelum mencapai tahap tersebut. Mulai dari persyaratan dimana harus dipenuhi seperti identitas diri berupa KTP, NIK, Kartu Keluarga/ KK, dan lain sebagainya.

Secara garis besar, proses pengajuan biasanya dilakukan pada kantor atau cabang mikro hingga reguler dan tersedia layanan online dari program pemerintah tersebut. Pelaku KUR biasanya harus mengisi formulir terlebih dahulu secara tepat terkait usaha yang dijalankan beserta alamatnya.

Setelahnya, pegawai akan mendatangi lokasi usaha dan akan meninjau kelayakan dari bisnis dimana sedang beroperasi. Jika telah layak maka mereka akan memberikan konfirmasi selanjutnya. Namun, beberapa orang mungkin merasa kebingungan bagaimana cara agar lolos survey KUR BRI. Berikut ini kami berikan ringkasan agar lolos dari proses peninjauan dan mendapat pembiayaan kredit.

1. Mempunyai Izin Usaha

Cara lolos survey KUR BRI yang pertama adalah mempunyai izin usaha, hal ini merupakan syarat utama ketika seseorang berniat mengajukan pinjaman Kredit Usaha Rakyat dari pihak PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. Dokumen tersebut sangat penting untuk disediakan karena merupakan bukti legal dari operasional usaha individu dimana telah melewati proses pengajuan.

2. Memiliki Laporan Kredit Teratur

Cara lolos survey berikutnya yaitu, calon penerima pembiayaan KUR BRI harus memiliki laporan kredit teratur. Dalam hal ini, catatan terkait kemampuan mengangsur cicilan ketika terdapat pinjaman dari pihak lain akan tertera di dalamnya sebagai bukti akuntabilitas saat pelaku usaha mengelola pembiayaan.

3. Menjalankan Usaha Jelas dan Terorganisir

Sebelum memberikan pembiayaan pada seseorang yang mengajukan KUR, pihak BRI akan melakukan penilaian melalui pertimbangan usaha dimana sedang dioperasikan saat survey. Maka, seseorang harus memastikan bahwa bisnisnya jelas dan teratur atau terorganisir seperti terdapat laporan keuangan usaha.

4. Lengkapi Syarat Administrasi

Cara lolos survey KUR BRI selanjutnya, pelaku usaha harus melengkapi dokumen syarat dan ketentuan dari pihak terkait. Pastikan untuk memeriksa berkas dimana sesuai dengan fakta agar proses peninjauan dimana berlangsung setidaknya 7 hingga 14 hari atau memakan waktu maksimal 1 bulan berjalan sesuai keinginan guna memperoleh pembiayaan.

5. Menjaga Rekam Jejak Kredit

Seperti saat melakukan pinjaman pada suatu lembaga keuangan pada umumnya, calon debitur diharuskan memiliki jejak kredit yang baik. Jika namanya terdaftar BI Checking karena suatu masalah dalam mengangsur suatu program layanan pinjaman atau kredit, hal ini sudah dipastikan akan mengakibatkan seseorang tidak akan mendapatkan pembiayaan. Maka dari itu, sebaiknya menjaga rekam jejak kredit agar lolos survey KUR BRI.

6. Manfaatkan Platform E-Commerce

Supaya pihak BRI tidak merasa ragu, alangkah baiknya sebagai calon debitur dimana sedang dalam tahap survey untuk memanfaatkan platform E-Commerce seperti Shopee, Tokopedia, Bukalapak dan lain sebagainya sebagai media tambahan guna mempromosikan usaha. Hal ini bisa membuat tim peninjau akan menilai kredibilitas kalian cukup baik.

7. Alasan Pengajuan KUR

Cara lolos survey KUR BRI selanjutnya yaitu memiliki alasan pengajuan yang jelas. Jika mengutarakan maksud guna melakukan investasi untuk mahasiswa, dapat dipastikan pengajuan akan ditolak. Hal ini dikarenakan sebagai calon debitur diharuskan berusia minimal 21 tahun atau telah menikah.

Dengan demikian, kalian harus memiliki alasan pengajuan secara jelas karena hal tersebut akan dijadikan sebagai dasar bagi tim survey guna mengevaluasi kelayakan pelaku usaha dimana akan mendapat pembiayaan meliputi tenor, sumber penghasilan untuk angsuran, serta jumlah KUR yang sebelumnya diajukan.

8. Mempunyai Rekening BRI

Selain beberapa hal di atas, kepemilikan buku tabungan atau rekening BRI akan memudahkan pihak lembaga keuangan tersebut saat memproses kelayakan calon debitur. Jika kalian mempunyai rekening dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk ini, dan memiliki riwayat transaksi perbankan baik dapat dipastikan prosesnya tidak akan memakan waktu lama.

9. Mengikuti Prosedur Pihak BRI

Cara lolos survey KUR BRI berikutnya yaitu calon debitur diharuskan mengikuti prosedur pihak BRI. Biasanya, tim peninjau akan memberikan pelatihan dan mentoring pada pelaku usaha agar bisnis yang sedang dijalankan bisa berkembang. Selain itu, pastikan untuk memahami semua prosedur serta ikuti dengan baik agar memiliki peluang lolos survey lebih tinggi.

10. Menjaga Hubungan Baik

Cara lolos survey KUR BRI setelahnya adalah menjaga hubungan baik dengan pihak bank, hal ini juga bisa meningkatkan peluang. Pastikan jika setiap komunikasi pada tim peninjau berjalan tanpa ada masalah dan dilakukan secara profesional supaya kepercayaan pegawai bank terjaga serta meningkat kepada calon debitur.

Pertanyaan Saat Survey KUR BRI

Setelah mengetahui terkait cara lolos peninjauan dari pihak terkait, adapun beberapa hal dimana menjadi pertanyaan yang sering diajukan petugas survey dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. Hal ini juga penting untuk diketahui agar nantinya saat proses tersebut kalian bisa mempersiapkan jawaban dengan benar dan mantap. Berikut beberapa pertanyaan umum saat survey KUR BRI.

  • Petugas akan bertanya nama dari calon debitur
  • Mempertanyakan pinjaman atau kredit selain KUR BRI
  • Bertanya apakah pernah memperoleh KUR sebelumnya
  • Menanyakan bisnis lain dari calon penerima pembiayaan
  • Menanyakan sumber penghasilan lain dari calon debitur
  • Menanyakan kepemilikan hunian pribadi atau milik dinas
  • Bertanya berapa lama telah menghuni rumah yang di tempati
  • Memberikan sedikit pertanyaan pada penghuni lain selain calon debitur
  • Menanyakan tujuan penggunaan KUR
  • Bertanya nominal KUR yang akan diajukan beserta jangka waktu pelunasan

Waktu Pencairan Setelah Survey

Setelah melewati dan telah dinyatakan lolos survey KUR BRI, maka petugas akan menyampaikan bahwa pengajuan sudah dikonfirmasi serta calon debitur diharuskan menunggu pemberitahuan untuk mencairkan pembiayaan. Secara garis besarnya, waktu pencairan setelah survey adalah 7 hingga 14 hari kerja.

Kesimpulan

Demikian pembahasan terkait cara lolos survey KUR BRI, beberapa pertanyaan umum dimana calon debitur bisa mempersiapkan jawaban secara meyakinkan, dan estimasi waktu pencairan dana yang bisa investasiin.com sampaikan. Semoga informasi di atas bermanfaat, dan bisa dijadikan referensi alternatif bagi kalian yang berniat mengembangkan bisnis.

Bagikan:

Avatar for Fathur Rasmono

Fathur Rasmono

Seorang penulis berpengalaman dalam memberikan tips investasi dan karier. Dengan tiga tahun di industri ini, gelar saya dari Universitas Diponegoro menambah keahlian dalam bidang investasi.