5 Kerugian Investasi Emas Di Dana & Tips Mencegahnya!

Adit Belawan

Kerugian Investasi Emas Di Dana

Kerugian Investasi Emas Di Dana – Di era modern ini, penanaman modal guna memperoleh keuntungan lebih menjadi suatu kegiatan yang ramai dijalani. Adapun modal yang dipakai bisa berupa uang ataupun aset berharga lainnya. Di mana barang-barang tersebut di kemudian hari harganya bisa bertambah.

Salah satu barang yang memiliki nilai lebih di kemudian hari adalah emas. Selain nilai jual belinya terus naik, penjualannya juga mudah. Apalagi di era modern ini, kita bisa gunakan berbagai aplikasi digital, termasuk melalui aplikasi Dana.

Meski aplikasi tersebut memiliki sistem jual beli yang lebih, namun jangan sampai membuat kesalahan. Hal itu yang sering dialami oleh orang, yakni kerugian investasi emas di Dana. Tentunya dari kita tidak menginginkan hal itu.

Lalu, apa saja kiat-kiat agar terhindar dari Kerugian Investasi Emas Di Dana? Agar bisa menjawab rasa penasaran itu, Investasiin.com akan mencoba memberikan ulasannya di artikel ini. Bagi kamu yang baru memulai investasi emas, silakan bisa ikuti pembahasan di bawah ini sampai selesai.

Penyebab Kerugian Emas Di Dana

Penyebab Kerugian Emas Di Dana

Melanjutkan pembahasan di atas, bahwa investasi emas melalui aplikasi Dana menjadi aktivitas paling digemari banyak orang. Sebab untuk cara dan prosesnya mudah. Aktivitas investasi tersebut tentu berbeda dengan inventasi emas pada umumnya, di mana penggunaan jual belinya secara digital.

Jika inventasi emas konvensional dilakukan secara fisik, inventasi melalui Dana atau digital, kita tidak perlu memegang, melihat, atau memikirkan di mana keberadaan emas disimpan. Kita hanya cukup mengunduh, mendaftar, dan jual beli emas melalui smartphone.

Terlepas dari kemudahan investasi emas di aplikasi Dana, tidak dipungkiri mengikuti trend investasi secara digital akan mengalami kerugian. Hal ini bukan diakibatkan kesalahan aplikasi, melainkan terjadi karena kesalahan nasabah dan sistem invenasi emas dunia. Ada beberapa penyebab kerugian emas di Dana yang kerap terjadi beberapa hari ini, seperi berikut.

1. Perubahan Harga Emas

Dalam kegiatan investasi emas, tentu perubahan harga emas terus berubah. Ketika kamu berinvestasi emas melalui aplikasi Dana, tentu hal tersebut perlu diperhatikan. Jika di saat melakukan jual beli di waktu tidak tepat, maka bisa membuat kerugian dalam investasi emas.

2. Adanya Biaya Tambahan

Selain itu, perlu teman-teman ketahui, bahwa berinvestasi secara digital, terdapat biaya tambahan, salah satunya biaya transaksi. Di mana biaya transaksi ini dijadikan sebagai biaya jasa penggunaan aplikasi. Meskipun biaya tersebut tidak besar, namun jika kurang tepat memilih waktu pembelian emas, kamu akan mengalami kerugian besar.

3. Risiko Pasar Keuangan

Kemudian, penyebab kerugian emas melalui di Dana bisa diakibatkan karena pergerakan pasar keuangan. Apabila terjadi krisis finansial atau penurunan pasar saham yang signifikan, investor mungkin akan beralih dari aset berisiko tinggi seperti emas ke aset yang dianggap lebih aman, seperti obligasi atau mata uang kuat.

4. Ketidakpastian Regulasi

Penyebab kerugian emas di Dana terakhir yang mungkin terjadi yakni karena ketidakpastian regulasi. Hal itu terjadi tidak lagi dari kebijakan pemerintah terkait perdagangan emas. Apabila regulasi ini kurang tetap, maka dapat mempengaruhi nilai investasi kamu.

Nah, itulah beberapa penyebab kerugian emas di aplikasi Dana. Dari semua penjelasan di atas, tentunya teman-teman sudah paham mengenai alur atau cara saat berinvestasi secara digital. Sebagai investor, kita harus pintar melihat berbagai kondisi di sekitar.

Tips Terhindar Kerugian Investasi Emas Di Dana

Tips Terhindar Kerugian Investasi Emas Di Dana

Setelah mengetahui beberapa penyebab di atas, tentunya hal itu perlu dihindari. Apabila kamu masih bingung cara menghindari kerugian-kerugian dalam berinvestasi emas di aplikasi Dana, silakan bisa ikuti tips dari penulis di bawah ini.

1. Pelajari Investasi Emas Di Dana

Jika pertama kali berinvestasi melalui aplikasi Dana, pastikan kamu juga mempelajari semua proses investasinya. Mulai dari caranya, keuntungannya, kerugiaan, permintaan, pembelian, dan lain sebagainya.

2. Pilih Jenis Investasi yang Tepat

Setelah itu, kamu harus perlu perhatikan jenis investasi emas secarat tepat. Seperti pembelian, penjualan, alih dana, atau lain-lainnya. Tentukan sesuai dengan tujuan kamu berinvestasi.

3. Tentukan Tujuan dan Jangka Waktu

Berikutnya, tentukan tujuan dan jangkau waktu kamu saat ingin berinvestasi. tentukan apakah kamu ingin berinvestasi jangka pendek atau jangka panjang, serta tujuan keuangan. Ini akan membantu investor pemula memilih strategi yang tepat.

4. Perhatikan Biaya Tambahan

Lalu, usahakan perhatikan biaya-biaya tambahan. Seperti halnya tadi biaya transaksi. Selain transaksi pastinya ada lagi, seperti biaya penyimpanan, asuransi, atau premi. Pelajari semua biaya tersebut.

5. Harus Bersabar

Tips terakhir agar tidak rugi berinvestasi emas di Dana yakni harus bersabar. Sebab, perubahan harga emas tidak terpaut dengan waktu jangka pendek, melainkan bisa panjang. Jadi, sebagai investors harus memiliki sifat sabar.

Selain lima tips di atas, kamu harus benar-benar mengikuti segala informasi terbaru mengenai investasi emas. Semua informasi tersebut tentu tidak hanya didapat dari aplikasi Dana, tetapi berasal dari berbagai sumber terpecaya.

Akhir Kata

Investasi melalui aplikasi Dana menjadi salah satu bukti dari kecanggihan teknologi digital saat ini. Semua aktivitas jual, beli, simpanan bisa dilakukan secara mudah, cepat, dan mudah. Apalagi investasi terbaru itu cukup gunakan telepon genggam pintar.

Kiranya itu pembahasan dari Investasiin.com mengenai Kerugian Investasi Emas Di Dana. Setidaknya dari semua ulasan di atas cukup menjelaskan hal-hal mengenai investasi emas digital melalui aplikasi Dana. Semoga dengan adanya pembahasan tentang emas ini bisa membantu teman-teman untuk memulai investasi emas.

Sumber Gambar: Admin Investasiin.com

Bagikan:

Avatar for Adit Belawan

Adit Belawan

Halo, nama saya Adit Belawan. Saya adalah lulusan Ekonomi dari Universitas Indonesia dengan spesialisasi di keuangan dan investasi. Dengan pengalaman lebih dari 5 tahun, saya telah menjadi ahli dalam menulis artikel yang memberikan tips investasi yang praktis dan informatif.